114e2ece0b

114e2ece0b

Bumi masih berkaca pada langit, menyelipkan satya lencana pada bahu bintang yang terus bersinar, menyimpan lelahnya dalam saku pengabdian.
namun mendung sore tadi menghapus semua jejaknya. Membiarkannya jatuh seperti bunga-bunga sakura yang berguguran
terhapus oleh waktu, layu didera oleh amukan Zaman.
dan kisah heroik itu, kini hanya tinggal sejarah, penuh dengan distorsi dan kepalsuan.
Dalam deru angin yang bergulat dengan gemuruh rindu, kenangan itu berbisik lirih “aku bukanlah seorang pahlawan”
yang bisa menyemai kedamaian, meniti jalan patriotisme, penuh dengan keberanian.

aku dan mereka sama, hanya puing-puing reruntuhan yang tak pernah bicara
terkoyak oleh rasa takut, membara dalam amukan harap, lalu alunan lagu yang membuat jiwa hampa, merantai keras menjadi pondasi anak zaman yang hanya bisa tertawa melenyapkan waktu dalam hingar bingar jeritan foya
aku ingin disana, dengan rentetan suara AK 47 yang menyatu dalam teriakan malam, lalu hilang dalam talqin syahdu kematian, tersenyum karena sanubari yang merindu telah menemukan cintanya.
dan Syahid adalah mimpi terindah, meski RPG dan tomhawk harus meluluhlantahkan tubuhku tanpa sisa.

Merayu tuhan dipelupuk malam, dalam jeritan doa hingga para malaikat yang nirmala meneteskan air mata sendunya
Aku ingin disana, mencabik bendera putih biru menenggelamkannya dalam dunia hitam antariksa
Hingga awanku kembali putih melukis senyum bocah-bocah yang terhalang untuk merdeka
lalu pohon rindang itu kembali menghijau, menyebar kesejukan yang tak pernah habis seperti udara yang dihirup oleh dunia
Hitam tidak selamanya mendung ia telah menjelma menjadi keuatan, kekar penuh cinta dan kelembutan, karena disana hanya ada mereka yang bijak sana
Dan darah yang memerah tidak akan menyurutkan derap perjuangan, tegar… menyatu dengan keberanian yang penuh wibawa.

Zagazig 30/04/012

Advertisements