Ada Apa Ketika Kita Sakit??

Image

Erangan itu begitu menyayat hati.  Sejenak jika kita dengarkan dan hayati rintihan yang pilu itu, gambaran yang terbentuk dalam benak kita adalah sebuah penderitaan yang sangat mengiris. Kadang tidak sedikit diantara kita ketika didera rasa sakit, spontan dari mulutnya keluar kata-kata yang tak pantas untuk diucapkan. Seharusnya kata-kata itu tidak keluar dari mulut kita, betapapun cobaan itu begitu berat kita rasakan. Coba kita tengok saudara atau sahabat kita yang sedang terbaring lemah di rumah sakit ataupun dirumah mereka sendiri. Wajah yang pucat, tubuh yang lemah, lidah yang hanya mampu mengecap satu rasa yaitu rasa pahit. Disitulah baru kita akan merasa sangat bersyukur, dan merasa bahwa kesehatan itu sangat penting untuk kita jaga.

Membaca muqodimah diatas, kita semua mungkin sudah bisa menarik kesimpulan bahwa kesehatan itu sangat berharga. Tapi ketika rasa sakit itu datang, atau Allah menguji kita dengan sebuah penyakit, selain kita harus berobat kepada seorang dokter, setelah itu yang mampu kita lakukan hanya bersabar dan selalu optimis bahwa Allah akan memberikan kita kesembuhan seperti sediakala.

Syaikh Muhammad Husain Yaqub menjelaskan dalam muqodimah salah satu kitabnya “Absyir Ya Habib Allahu Hua Thabib” ia menuliskan dalam sebuah prosa, mengajak kepada setiap kita yang sedang diuji oleh Allah dengan rasa sakit untuk tetap tersenyum dan bersabar.

“Kepada setiap tubuh yang sedang terbaring sakit, kepada setiap jiwa yang sedang disinari cahaya kegembiraan, ucapkanlah:  Alhamdulillah..

Ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengujimu dengan rasa sakit kecuali untuk mensucikanmu dari setiap dosa-dosamu, atau untuk mengangkat derajatmu disisinya, atau dengan ujian itu Allah ingin melihat sampai dimana kesabaran dan ridhamu atas setiap ketentuan dan takdirnya. Dan Allah juga ingin melihat dengan rasa sakit itu apa yang akan kamu lakukan??”

Seperti indahnya perkataan beliau, tidak hanya menghibur atau sekedar memberikan kabar gembira kepada mereka yang sedang didera oleh rasa sakit. Tapi ucapan beliau mengajak kita untuk merenungi hikmah apa yang ada dibalik ujian itu? Ujian dibalik rasa sakit, atau cobaan ketika Allah memberikan sebuah penyakit dalam tubuh kita.

Dari sana kita akan merasa bahwa kesehatan akan terasa begitu penting, manakala rasa sakit yang tidak pernah diharapkan kehadirannya tiba-tiba datang menghapus setiap keceriaan disetiap sudut hidup kita. Ibarat sebuah langit yang berawan tiba-tiba harus berubah menjadi hitam karena mendung yang tak pernah diminta kedatangannya, datang dengan membawa setiap keburukannya; kilat yang menyambar, hujan deras bercampur dengan tiupan angin yang begitu kencang, sampai harus dihadapkan dengan sebuah badai ataupun topan. Tapi setelah itu pelangi akan tetap muncul disegenap cakrawala menghapus setiap air mata dan menggantinya dengan senyum yang indah.

Lalu bagaimana dengan kita? Ketika Allah menguji kita dengan sebuah penyakit yang tak pernah kita inginkan. Sabarkah kita dengan setiap nyeri yang kita rasakan? Syaikh Muhammad Husain Yaqub juga menambahkan dengan berujar “Kepada setiap mereka yang sedang  diuji, bergembiralah! Sesungguhnya Allah ada bersamamu dalam setiap detak jantungmu, dalam setiap napas yang kau hirup, dalam setiap denyut nadi yang masih kau rasakan denyutnya. Seperti yang diceritakan dalam sebuah hadits qudsi betapa Allah begitu dekat dengan kita yang sedang diuji dengan rasa sakit. Allah berkata sebagai sebuah teguran dihari kiamat  nanti “Sesungguhnya kamu tahu bahwa hamba-Ku si fulan sedang sakit, dan kamu tidak menjenguknya? Seandainya kamu tahu jika kamu menjenguknya kamu akan mendapatkan-Ku berada disisinya”

Wahai engkau yang sedang terbaring lemah, bergembiralah! Karena dengan rasa sakit itu sesungguhnya Allah begitu mencintaimu. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulallah SAW “Sesungguhnya jika Allah mencintai segolongan kaum maka Allah akan menguji mereka”.

Bergembiralah! Karena ketika engkau sakit para malaikat menyambutmu dengan wajah ramah mereka, seperrti yang diberitakan oleh Rasulallah SAW. “Apa bila kalian menjenguk orang yang sedang sakit maka katakanlah perkataan yang baik, sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan setiap apa yang kalian katakana.

Bergembiralah! Wahai kita yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur. Karena dalam sakit itu sesungguhnya Allah mengiginkan kebaikan dari setiap nyeri yang kita rasakan. Karena Rasulallah pun mengabarkan “Barang siapa menginginkan Allah memberikan kebaikan kepadanya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya”

Bergembiralah dan tersenyumlah, karena Rasulallah SAW, telah memberikan kabar gembira tentang diampuninya dosa kita ketika kita ditimpa musibah walaupun itu hanya tertusuk duri. Seperti yang diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisayah Radhiallahu ‘anha “ia berkata,  Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, Setiap muslim yang tertusuk duri atau lebih dari itu, maka dicatat untuknya satu derajat dan dihapuskan satu kesalahan”

Hadis riwayat Abu Said Al Khudri ra. bahwa,  Sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Seorang beriman tidak akan pernah mengalami musibah berupa kepedihan, kelelahan, sakit biasa dan kesedihan bahkan kebingungan yang dia alami, kecuali akan dihapus dosa-dosanya.

Syaikh  Muhammad Husain Yaqub juga mengatakan; “Ketahuilah wahai saudara ku, sesungguhnya cobaan itu ibarat tamu untuk kita, maka hormatilah kehadirannya, jangan kalian menyerunya untuk segera pergi, kecuali tamu itu sudah membawa rasa syukur kita dan ridha kita atas segala tadbir (aturan Allah) yang sudah ditentukan kepada kita”.

Wallahu a’lam.

Zagazig, 18/11/2012

Nb: Artikel ringan ini ditulis, setelah merasakan sakitnya terkilir ketika main futsal di lapangan sintetis Zagazig.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s