Permen Dari Ibu

Image

“Haga lillah ya rab”… Perkataan itu keluar dari mulut seorang ibu berpakaian serba hitam dan bercadar, sambil menggendong bayinya yang masih berusia tiga bulanan perempuan bercadar itu menghampiri satu persatu penumpang yang berada di bis 65 kuning. Malam itu aku baru saja pulang dari salah seorang seniorku yang tinggal di kawasan Rab’ah, Kairo. Hawa dingin yang begitu melekat tidak menyurutkan tekad sang ibu untuk menyodorkan peremen kepada para penumpang yang tidak seberapa banyaknya. Memang, semenjak bis idaman seluruh mahasiswa Indonesia ini ku tumpangi dari Rab’ah hanya ada segelintir orang yang duduk disetiap kursinya, aku pun dengan leluasa bisa memilih tempat duduk dimana saja yang aku suka.

Permen yang berwarna warni itu sengaja diberikan kepada para penumpang oleh ibu itu,dengan harapan para penumpang bisa membantunya dengan menyedekahkan sedikit uangnya, sekedar untuk menyambung hidupnya, mungkin juga untuk membeli susu anaknya. Tapi para penumpang memilih diam tak menghiraukan sambil menyerahkan permen yang tadi diberikan oleh ibu bercadar itu. Pandanganku kualihkan lagi kejendela bis yang melaju perlahan, aku baru ingat jika kemarin lusa adalah hari ibu, batinku kini mulai dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan “Siapa sebenarnya ibu itu? Apakah suaminya sedang sakit hingga ia harus mencari nafkah sendiri? Atau mungkin suaminya meninggal ketika ikut berdemonstrasi? Pertanyaan-pertanyaan usil itu terus berputar-putar dalam benakku.

Aku lihat ibu itu menuju kearahku, aku tahu pasti ibu itu ingin memberikan permen yang tadi juga diberikan kepada para penumpang yang ada didepan dan belakangku. Sambil memegang kursi di depannya ibu itu memberikan 4 buah permen, 3 berwarna kuning dan 1 lagi berwarna orange. Saking lamanya permen itu digenggamnya, 4 buah permen itu terasa hangat diatas telapak tangan kananku. Namun, baru saja aku merogoh kantong jaketku ibu itu menuju kearah penumpang yang lain yang ada didepanku. Uang receh yang berjumlah 5 pon itu pun tak sempat aku berikan pada ibu itu. Tapi aku yakin ibu itu akan kembali kebelakang dan mengambil permen yang tadi diberikannya padaku, tapi aku tersentak kaget ibu itu tidak kembali kebelakang, malah ia turun ketika bis berwarna hijau itu sudah sampai di kawasan Game’.

Ah.. Ibu itu membuat aku merasa kecewa dengan diriku sendiri, seharusnya uang koin yang berjumlah 5 pon itu bisa aku berikan padanya, tapi malah ibu itu yang memberikan aku 4 buah permen padaku. Rasanya aku malu pada diriku sendiri. Ketika ibu itu turun dari bis, aku hanya bisa berteriak dalam hati memanggilnya agar ia kembali lagi, tapi ia sudah turun dan tak mungkin naik kedalam bis lagi dan mengambil kembali 4 buah permen yang tadi ia berikan padaku. Jika aku tidak bisa memberikan uang 5 pon ku untuk ibu itu, mungkin do’a yang aku panjatkan dalam hati bisa sampai untuk ibu itu.

Pandanganku ku alihkan kembali ke jendela, hawa dingin kubiarkan membelai wajahku, entah kenapa tiba-tiba anganku tertuju pada seorang ibu tua yang biasa duduk disamping kedai ‘ammu Hani, ia juga seorang peminta-minta yang biasa aku lihat di sana. Lalu bayangan almarhumah nenek berkelabat dalam anganku dengan senyumnya yang ia berikan untuku, wajah ibuku yang sudah lama tidak pernah kulihat langsung juga hadir memecahkan gelembung rinduku yang perlahan terbang terbawa angin malam itu.

Tiba-tiba ada satu sosok lagi yang hadir menenangkan hati, ah.. Rupa itu kenapa ia selalu ada di saat-saat seperti ini? Sedang apa ia di sana? Apakah ia sedang berdiri disamping jendela flatnya sambil menatap salju yang turun membentuk sebuah lukisan yang bernama rindu? “Astaghfirullah” hanya kalimat ini yang mampu membawaku kembali pada duniaku.

Kairo, 25 Desember 2012

*Haga Lillah = Bersedekahlah karena Allah (Arti leterlek yang biasa diucapkan oleh para peminta-minta di Mesir)

*’Ammu = Paman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s