Kampung Ku… {1}

Image

Blok Cantilan, sebuah tempat yang hijau bagian dari desa Karang Mangu yang memanjang dari timur kebarat dan keselatan. Itulah kampungku tempat aku tumbuh dan belajar memaknai hidup semenjak aku kecil sampai aku dewasa dan meninggalkan kampung itu hingga bertahun-tahun. Cantilan, adalah sebuah perkampungan yang masih sangat asri, sawah-sawahnya yang masih terbentang luas, hutan-hutan kecil yang masih dihuni oleh berbagai jenis burung dan hewan-hewan lainnya yang masih menyatu dengan alam.

Kampungku juga dialiri oleh sebuah sungai yang bernama sungai Cimanis, di sungai itulah dulu aku belajar berenang. Sampai salah seorang temanku terheran-heran ketika melihatku sedikit mahir dalam  berenang. Waktu itu ketika jadwal mengajar kosong kawanku mengajakku berenang di kolam renang hotel Marina Rangkas Bitung, ia sedikit kaget dan tidak percaya jika aku sudah pandai berenang. Walaupun malamnya aku tidak bisa tidur karena dada dan bagian tulang igaku terasa sakit, karena pas berenang siang tadi aku tidak melakukan pemanasan.

Sungai Cimanis yang aku tahu adalah sungai yang kaya akan jenis ikan, waktu kecil dulu aku dan beberapa temanku sering sekali mencari ikan disana ketika airnya sedang surut, walaupun pulangnya nanti aku harus bermain petak umpet dengan almarhumah nenekku tercinta, nenek akan sangat marah jika ia tahu kalau aku baru saja bermain di sungai. Alhamdulillah ada bibi sang pembela, bibi yang selalu melindungiku ketika nenek akan memberikan hukuman padaku. Ah… masa-masa kecil yang indah meskipun penuh dengan peraturan ketat dari nenekku yang paling ku sayang.

Blok Cantilan sebelum aku meninggalkannya adalah sebuah perkampungan yang paling indah menurutku, mudah-mudahan ketika aku pulang nanti perkampungan itu masih seperti dulu, walaupun aku tidak bisa mengelak perubahan itu pasti ada. Kawasan yang hijau penuh dengan hutan-hutan kecil dan sawah-sawah yang terbentang luas, semoga masih bisa aku menikmati pemandangan itu. Penduduk Cantilan rata-rata seorang petani dan buruh tani, pedagang, wiraswasta dan ada juga pegawai negri. Sebagian juga ada yang memilih berhijrah ke Jakarta untuk berniaga di sana, seperti sebagian besar saudara-saudara ku yang sudah bertahun-tahun bekerja di Jakarta.

Dulu setiap pagi biasanya gunung cermai akan menjadi pemandangan yang paling indah, sambil berjalan pergi kesekolah beramai-ramai dengan sahabat-sahabat yang lain memenuhi ruas jalan yang diapit oleh sawah-sawah yang menghijau. Masa-masa delman masih menjadi alat transfortasi favorit masa-masa sekolah madrasah dulu, aku baru sadar jika kampung ku menjadi saksi sejarah tentang perjalanan anak-anaknya yang telah tumbuh dewasa dan siap memimpin dunia.

Rasa rindu yang begitu dalam adalah awal keinginan untuk menuliskan beberapa kalimat tentang kampung halamanku yang sudah sangat lama telah kutinggalkan, ditambah setelah membaca artikel salah satu anaknya yang begitu peduli dengan kampung halamannya. Tentang burung belekok yang tidak pernah terbang lagi di langit desa Karang Mangu, tentang sebagian penduduknya yang sudah tidak peduli lagi dengan kelestarian lingkungannya, rasanya sangat miris melihat kampung yang begitu asri harus kehilangan keasriannya karena ulah penduduknya sendiri.

Lalu imbasnya bukan kepada orang lain, tapi penduduk kampung itu sendiri yang akan merasakannya, ketika burung-burung yang biasa membantu para petani harus punah karena diburu oleh sebagian orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Lalau sawah-sawahpun akhirnya terserang oleh hama-hama yang tidak ada penangkalnya lagi, hama bekicot, cacing tanah yang tidak bersahabat lagi, semuanya merugikan para petani dikarenakan burung-burung yang biasa memangsa mereka sudah hilang dan punah. Dan yang rugi adalah para petani yang akhirnya harus menahan getir karena gagal panen berkali-kali.

“Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42)

Ayat diatas selain berisi anjuran untuk beribadah kepada Allah, namun mengabarkan juga kepada manusia, bahwa manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semesta. Allah telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua makhluk-Nya, khususnya manusia. Jangan sampai kerena keserakahan sebagian manusianya, malah menimbulkan kemadharatan hingga menyengsarakan saudara-saudaranya yang lain. Tanah longsor, banjir, kekeringan dan gagal panen adalah buah dari ulah manusia yang merugikan manusia sendiri.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS, Al-Qasas: 77)

Rindu itu selalu ada untuk kampung halamanku, seperti rinduku pada keramahan para penduduknya, rindu pada keramahan alamnya.

Cairo, 29 Desember 2012

Advertisements

2 thoughts on “Kampung Ku… {1}

  1. yukez says:

    Artikelnya sangat bagus kang…..sayang….kita berada jauh dari kampung halaman….demi sesuap nasi….tak mampu kita membangun desa tercinta…hiks…semoga..kawan” kita di Karangmangu sana…dapat mejaga kelestaria desa kita. amin…

  2. Aamiin.. Ya Rabb, saya juga nulis ini terinspirasi dari artikelnya kang Ukas 🙂 Karang Mangu pasti bangga kalau tahu salah satu putranya sangat peduli dengan desanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s