≈☀╠[“Aku Dan Hari Jum’at”]╣☀≈

Gambar

Jum’at hari ini tidak seperti jum’at lalu,
jum’at ini langitnya lebih cerah
dibandingkan dengan jum’at lalu. Jalanan
pun sudah kembali mengering walaupun sisa-
sisa lumpur masih terlihat di sepanjang
jalan, sisa lumpur yang mengering itu
membuat jalanan tidak lagi nyaman,
khususnya bagi mereka yang sering
bersepeda, bisa merasakannya. Tapi
ternyata, walaupun sudah hampir satu minggu
berlalu masih ada kawasan ZagaZig yang
masih terendam oleh air hujan.
Kawasan plaza mishriyah arah menuju Hyper
market, ruas jalan di sana masih tergenang
oleh air. Tepat didepan gedung daarul
munasabat yang dulu pernah di jadikan
tempat walimahan anaknya almarhum Syaikh
Nur Quthb (semoga Allah menerima amal baik
beliaua) Sedikit sekilas info tentang
Zagazig hari ini.

Seperti biasa jum’at ini masjid assalam MTA
vodafone, begini kawan-kawan Malaysia
menyebut tempat yang dulu sering menjadi
pertemuan singkat teman-teman Indonesia.
Iya, setelah shalat jum’at kami biasanya
berkumpul didepan masjid, sekedar untuk
saling menanyakan kabar dan berbagi
informasi baru, dengan gaya khasnya cipika
cipiki mahasiswa Indonesia di Zagazig. Tapi
pemandangan itu telah berubah seiring
berjalannya waktu. Di karenakan teman-teman
memang sudah banyak yang pulang
meninggalkan Zagazig) masjid itu selalu
penuh sesak, masjid favorit mahasiswa
Indonesia untuk melaksanakan shalat jum’at.
Selain durasi waktunya yang tidak terlalu
lama, dalam khutbahnya Syaikh ‘Athif juga
selalu memberikan materi yang menarik,
dengan bahasa fushahnya yang tak pernah
beliau lepas ketika berkhutbah. Gaya dan
suaranya yang khas juga menjadi daya tarik
tersendiri, siapa yang tidak tersentuh
mendengar nasihat beliau yang mendayu-dayu.

Kadang beliau juga sampai meneteskan air
mata ketika membahas masalah hari akhir
dan lamanya perjalanan manusia di akhirat
nanti.

Kali ini, beliau membahas tentang “Jalan
bertaqarub kepada Allah dan mendapatkan
cinta-Nya”. Diawali dengan hadits arba’in
An-nawawiyah yang ke 38, sudah menjadi ciri
khas beliau ketika menyebutkan sebuah
hadits beliau selalu mengulangnya sampai
tiga kali, mungkin tujuan beliau adalah
agar para mustami’ bisa benar-benar
menghayati hadits yang beliau sampaikan;

إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ

عَلَيْهِ، وَلاَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ؛ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي

يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ رَوَاهُ

الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahawa
Rasulullah SAW bersabda : ” Sesungguhnya
Allah Ta’ala berfirman : Barangsiapa yang
memusuhi waliKu (orang yang setia padaku),
maka sesungguhnya aku mengisytiharkan
perang terhadapnya. Dan tiada seorang
hambaku yang bertaqarrub (beramal) kepadaKu
dengan sesuatu yang lebih Ku cintai hanya
dari ia menunaikan semua yang ku fardhukan
ke atas dirinya. Dan hendaklah hambaKu
sentiasa bertaqarrub dirinya kepadaKu
dengan nawafil (ibadat sunat) sehingga Aku
mencintainya. Maka apabila Aku telah
mencintainya, nescaya adalah Aku sebagai
pendengarannya yang ia mendengar dengannya,
dan sebagai penghilantannya yang ia melihat
dengannya, dan sebagai tangannya yang ia
bertindak dengannya, dan sebagai kakinya
yang ia berjalan dengannya. Dan sekiranya
ia meminta kepadaKu nescaya Aku berikan
kepadanya, dan sekiranya ia memohon
perlindungan kepadaKu nescaya Aku lindungi
ia.

Beliau juga membahas tentang fenomena
manusia yang mengasingkan diri dari
jama’ah, mereka mecari pelindung untuk
melindungi dirinya dari musuh-musuhnya.
Tidak sedikit juga diantara mereka yang
mengutip perkataan orang hanya untuk
mempertahankan eksistensinya. Mereka datang
kepada orang-orang yang lebih kuat untuk
memohon perlindungan dan bantuan.
Menuhankan harta dan jabatan.
Pada hakikatnya ada sesuatu yang tidak
terlihat oleh mereka, yaitu mereka
menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Mereka meminta pertolongan pada makhluk
yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan
sama sekali. Akan tetapi jika kita mencari
petunjuk, jika kita mencari perlindungan,
jika kita mencari dzat yang bisa menjaga
kita sepanjang waktu, maka mintalah kepada
Allah. Karena Dialah Zat yang maha kuasa
atas segala hambanya.

Lalu ada fenomena lain yang beliau
sampaikan juga dalam khutbahnya, yaitu
ketika manusia membenci dan memusuhi
orang-orang yang sholeh, mereka memfitnah
dan mencaci mereka dengan perkataan yang
tidak pantas di ucapkan. Pada hakikatnya
mereka memusuhi Allah dan menyatakan perang
kepada Allah. Dan ketahuilah, bahwa kalian
tidak akan mampu melawan orang-orang shaleh
tersebut, karena yang menjaga dan
melindungi mereka adalah Allah SWT.

Setelah shalat jum’at, dalam perjalan
menuju cafe Pelangi isi khutbah syaikh
‘Athif terus terngiang-ngiang dalam benak
saya, rasanya kondisi yang beliau gambarkan
benar-benar tepat pada sasaran. Baik untuk
permasalahan di Mesir khususnya dan
permasalahan seluruh umat pada umumnya. Di
Mesir saya bisa merasakan dan melihat
bagaimana Presiden barunya Dr. Muhammad
Mursi, dihina, dicaci, dimusuhi dan dibenci
oleh rakyatnya yang tidak senang dengan
penetapan syariat Islam.

Iya, hanya orang-orang sekuler dan liberal
lah yang menginginkan Presiden Muhammad
Mursi dilengserkan dari kursi
kepemimpinannya. Saya rasa, jika orang
asing saja bisa melihat bagaimana
syakhsiyah presiden Mursi, seharusnya
orang-orang Mesir sendiri lebih bisa
melihat dan merasakannya. Tapi itulah yang
namanya dunia, selalu ada pertentangan,
selalu ada peperangan antara hitam dan
putih, antara baik dan buruk. Semoga Allah
selalu menjaga Presiden Mesir yang hafal
Alqur’an ini, dan kondisi Mesir bisa segera
stabil. Aamiin..

Alhamdulillah, semoga jum’at depan kita
masih diberikan nikmat kesehatan oleh
Allah, dan juga diberikan nikmat kesempatan
untuk melaksanakan shalat jum’at sebagai
kewajiban dari setiap muslim laki-laki.
Kadang ada diantara kita yang tidak bisa
melaksanakan shalat jum’at karean udzur
yang menghalangi. Wallahu a’lam..

Kampung Permai, 09/02/013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s