Fatwa Syaikh Utsaimin tentang Hukum sembelihan alhlul kitab

Dari video yang berdurasi 3 menit itu, ada seseorang yang bertanya kepada Syaikh Utsaimin bagai mana hukum memakan sembelihan ahlul kitab (orang Nasrani dan orang Yahudi) di Amerika atau di negara non muslim lainnya? Lalu beliau menjawab bahwa memakan daging sembelihan sorang Nasrani dan Yahudi di Amerika adalah ‘Jaaiz’ atau boleh. Beliau ber dalil dengan Al-qur’an surat Al-Maidah ayat 5; الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِين أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُم
“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka” (QS. Al-Maidah ayat:5)

Lalu beliau mengutip perkataan Ibnu Abbas bahwa makanan mereka adalah sembelihan mereka. Disambung dengan mengutip kisah Nabi Saw, ketika beliau disuguhkan daging dari orang Yahudi, dan Nabi tidak meminta penjelasan dan tidak bertanya bagaimana proses penyembelihannya. Dari kisah ini maka tidak seharusnya kita menanyakan bagai mana proses penyembelihan mereka. Jika daging itu datang dari orang yang halal sembelihannya maka tidak usah dipertanyakan lagi. Dan dalil dari ini semua adalah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu anha, beliau menyebutkan bahwa ada sekelompok kaum datang kepada rasulullah meminta fatwa kepada beliau: wahai rasulullah sesungguhnya ada suatu kaum yang memberi kami daging, dan kami tidak mengetahui apakah dibacakan bismillah atau tidak. Rasulullah bersabda : bacalah oleh kalian (bismillah) dan makanlah. Aisyah berkata bahwa mereka adalah kaum yang baru dari kekafiran (baru masuk Islam)

Dan bagi orang-orang ini kadang mereka tidak tahu tentang wajibnya bertasmiyah (membaca bismillah) Dan juga didalam cara mereka menyembelih, kita tidak perlu bertanya bagaimana cara mereka menyembelih, cukup memakannya dan tidak usah ragu atau bingung. Dan tentang alhlul kitab saat ini. Iya, Yahudi dan Nashrani adalah ahlul kitab, tidak ada keraguan didalamnya. Meskipun mereka ingkar terhadap agama mereka. Dalilnya adalah َلقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَة “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” (QS. Al-maidah ayat:73)

Dalam surat ini juga Allah membolehkan makanan mereka, dari sini kami melihat bahwa memakan daging Yahudi dan Nasrani di Negara ini (Amerika) atau Negara lainnya adalah ‘Jaaiz’ (boleh). Dan tidak usah mengajukan pertanyaan karena asal permasalahan ini adalah boleh. Demikian pula dalam masalah menikahi wanita-wanita mereka, kecuali ia orang yang lemah dan dikhawatirkan bila menikahi salah seorang dari mereka akan mempengaruhi agamanya. Maka dalam hal ini kami katakana jauhilah. Sebagai bentuk pencegahan awal dari bahaya (kerusakan)